Telp
Whatsapp

RENTAL MOBIL SURABAYA

SEWA MOBIL SURABAYA - CITRA TRANS SURABAYA
0857 4928 7333
0822 3306 1555

Email: citratranssurabaya@gmail.com

Berita

CSR dan Aksi Sosial Perusahaan

CSR adalah singkatan dari Corporate Social Responsibility. Anda dapat membaca pengertian selengkapnya pada tautan referensi Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat pada wikipedia berikut ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
Namun Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya akan mengutip sedikit dari situs wikipedia tadi, "...yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidaknyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar..."

Pada dasarnya, sebuah perusahaan juga berhubungan dengan banyak komponen selain dirinya sendiri yang merupakan entitas sebuah usaha termasuk kepada karyawannya. Dan beberapa komponen tersebut adalah lingkungan sekitar baik lokasi fisik maupun lingkungan sosial. Namun dalam beberapa kesempatan Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya mendapati kepedulian perusahaan tak hanya terhadap lingkungan sekitar saja tetapi bisa lebih jauh. Misalnya keluarga karyawannya, atau keluarga pengguna/konsumennya.

'Keberadaan' CSR ini bisa bermacam-macam dalam kehidupan masyarakat—apalagi sekarang pun banyak perusahaan berdiri dari skala medium hingga besar baik yang terekspos oleh media besar atau tidak; seperti satu tautan yang ditemukan Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya berikut: https://www.gridoto.com/read/01225705/mitsubishi-fuso-berikan-beasiswa-senilai-total-rp-455-juta-buat-anak-sopir-truk. Padahal sebagai entitas perusahaan yang cukup besar pasti juga mempunyai karyawan; tetapi dengan memberi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh para sopir truk tersebut, mungkin nilainya akan sangat besar di kemudian hari. Karyawan perusahaan tersebut mungkin bisa dikatakan telah mapan dan terjamin hidupnya, lain dengan sopir truk yang terkadang masih harus mencari pihak yang mau mencarter. Dalam pandangan yang lain, bisa juga ditarik kesimpulan jika sebuah perusahaan tak sekadar mencari untung sebesar-besarnya tetapi juga peduli. Dengan begini tindakan perusahaan tersebut juga bisa menumbuhkan loyalitas konsumen terhadap sebuah produk.

Dari dana CSR pula beberapa kampung dan infrastruktur perkotaan bisa terpelihara (atau dibenahi) dengan lebih baik karena jika hanya berdasarkan APBD tentunya masih kurang: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/11/17/penyaluran-dana-csr-untuk-masyarakat-akan-ditata-413958. Tak hanya itu, besarnya CSR dari yang diterima melalui pembangunan fasilitas umum juga dapat menjadi tolok ukur sebuah kota akan tingkat kepuasan dan kepercayaan kepada pejabat yang membawahi daerah tersebut, sebagai contohnya di Jakarta: https://www.kompasiana.com/iralathief/59de179ecfea6f29d0029e12/ratusan-taman-taman-rptra-warisan-ahok-djarot-untuk-membuat-jakarta-yang-kian-ramah-anak. CSR sendiri bukan seperti suap kepada pejabat untuk memuluskan proyek kepada sebuah perusahaan. Namun CSR juga bisa berarti kerjasama antara perusahaan swasta dengan pemerintah suatu daerah untuk mengembangkan wilayahnya dengan 'lebih ramah' bagi semuanya. Sebagai kota metropolitan, perdagangan, dan 'pusat' dari banyak media (bahkan media yang berpusat di daerah pun mempunyai kantor di Jakarta), tentu perputaran uang di sana besar sekali apalagi yang mampu dikumpulkan untuk program CSR: http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/15/0750140/Jumlah.CSR.Taman.di.Jakarta.Capai.Rp.8.Miliar.

Di Kota Surabaya sendiri mungkin pernah kita jumpai beberapa event yang melibatkan perusahaan (selain sponsorship untuk acara-acara tertentu). Seperti 'peremajaan' pemandangan Kampung Wisata Jodipan di Malang serta Kampung Nelayan Kenjeran Surabaya: http://video.tribunnews.com/view/8633/risma-turun-tangan-cat-kampung-nelayan-kenjeran. Sisi positif dari 'peremajaan' tadi mungkin adalah menarik minat tamu konsumen Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya untuk berkunjung selain mengurangi kesan kumuh dari perkampungan padat tersebut.

Di masa lalu mungkin kita sering membaca berita tentang perseteruan antara sopir transportasi daring dan 'transportasi konvensional' (angkot) karena berebut kue penumpang. Namun beberapa waktu lalu Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menemukan jika perusahaan transportasi daring tersebut juga memberikan program CSR bagi sopir 'transportasi konvensional' ini: http://ekonomibisnis.suarasurabaya.net/news/2018/197764-Perusahaan-Online-Salurkan-CSR-untuk-Angkutan-Konvensional. Sementara Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya sendiri berpandangan bahwa transportasi daring tersebut merupakan jenis transportasi 'premium' bagi kebanyakan masyarakat khususnya menengah ke bawah di Kota Surabaya. Misalnya, seseorang bisa menggunakan angkot dengan jarak tempuh 10 km dengan membayar setengah harga dari yang mereka bayarkan kepada sopir motor transportasi daring. Hanya memang ada satu kelemahan pada angkot dimana seseorang tidak dapat menuju ke jalanan tertentu yang tidak dilalui oleh angkot tersebut.

Dengan CSR maka perusahaan sepertinya bisa 'beriklan' secara halus (atau dikenal sebagai softselling sekaligus below the line menurut tautan berikut: https://arifrahman2104com.wordpress.com/2015/10/15/pengertian-dan-perbedaan-atl-above-the-line-btl-below-the-line/). Dengan CSR sebuah perusahaan tak harus mengarang kalimat yang bombastis, namun bisa akan terngiang dan diingat oleh bagian masyarakat yang terlibat dalam program tersebut serta di lingkup luarnya. Dari sana pejabat perusahaan juga melihat dan mendengar bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaannya (baik secara langsung maupun mempelajari respons dari masyarakat tersebut), sekaligus mengevaluasi apakah masyarakat mengetahui bidang usaha serta merek produk dari perusahaan yang bersangkutan; syukur-syukur memberi masukan. Singkatnya, CSR bisa membangun imej positif pada masyarakat umum terhadap sebuah perusahaan.

Bandingkan dengan satu kasus berikut ini: sebuah perusahaan diberitakan berbuat semena-mena dan mengurangi hak-hak karyawan. Tak hanya itu, mereka membuang limbah yang berbau tak sedap di sungai tetapi berkali-kali mengelak jika dimintai keterangan. Tentunya perusahaan tersebut akan 'untung' dalam jangka pendek (karena menekan biaya operasional yang dikeluarkan). Namun, perusahaan yang disebutkan terakhir ini tentunya harus ekstra keras menggenjot divisi marketingnya supaya diterima masyarakat. Hanya, bisa jadi produk dari perusahaan terakhir ini dipasarkan di luar daerah terkait kebiasaan, sasaran, penerimaan masyarakat dan kondisi lainnya. Di dunia yang sering terhubung dan saling bergantung satu sama lain ini, banyak perusahaan sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan nampaknya juga mesti berpikir ke luar selain supaya tidak saling merugikan satu sama lain, khususnya kepada masyarakat. Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya pun akan berusaha demikian juga, secara minimal menaati aturan yang berlaku demi kebaikan bersama.
 
 
***
Keterangan gambar: Sebuah perusahaan besar seringkali mempunyai beberapa divisi dimana pimpinannya juga mengadakan rapat untuk kelangsungan perusahaan. Tak demikian halnya dengan perusahaan kecil yang seringkali para karyawan langsung berada dibawah bos perusahaan. sumber: Unsplash/Benjamin Child