Telp
Whatsapp

RENTAL MOBIL SURABAYA

SEWA MOBIL SURABAYA - CITRA TRANS SURABAYA
0857 4928 7333
0822 3306 1555

Email: citratranssurabaya@gmail.com

Berita

Sadar Etika Di Jalanan (I)

Di manapun kita berada, kita pasti akan menghadapi aturan-aturan yang tidak tertulis dalam bentuk norma-norma atau etika. Bahkan bisa jadi pada negara yang dianggap 'bebas' sekalipun, apalagi di negara-negara yang terasa menjunjung 'adat'-nya atau memegang erat sistem 'kearifan lokal'-nya. Misalnya tak boleh sembarangan mengklakson, berhenti saat ada yang melintas jalan dan lain sebagainya. Bahkan membunyikan musik yang dirasa mengganggu tetangga pun akan dilaporkan, tidak seperti di kebanyakan lingkungan daerah Surabaya dimana bahkan sebuah acara kondangan bisa semalam suntuk. Di negara-negara tersebut kemungkinannya kita akan juga mendapati adanya lapisan masyarakat atau 'komunitas tradisional' pada suatu daerah, selain 'masyarakat modern' yang tak terlalu peduli apa yang orang lain lakukan. 

Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya juga mencermati banyak adat di Indonesia dari berbagai sumber meskipun belum pernah mengunjungi secara langsung. Misalnya kala kita bertandang ke suatu daerah terpencil dan sang tamu diharuskan memakan segala yang disuguhkan (meskipun tidak enak) supaya tak membuat tuan rumah tersinggung. Di banyak tempat modern di kota pun, berpakaian super-minimalis tanpa alasan pasti akan berhadapan dengan tatapan mata yang mempertanyakan kewarasan yang bersangkutan. Bila di negara-negara yang terlihat bebas pun, orang bisa santai melenggang di pantai dengan bikini namun jangan harap menemui pemandangan serupa di perkantoran karena sudah pasti pelakunya akan memperoleh cibiran.

Berbicara etika, mungkin kita juga mesti menelaah kembali tentang bagaimana dengan di jalanan saat kita berbagi ruang dengan pengguna jalan lain?
Nampaknya Sewa Rental Pickup Grand Max di Surabaya mendapati ada beberapa anggota masyarakat yang terkesan tidak peduli dan menggunakan trotoar sebagai jalan. Di sisi lain, ternyata kita mungkin akan menemui pula kendaraan yang parkir di tempat dimana ada tanda dilarang parkir, selain berhenti disekitar rambu dilarang berhenti. Bila tak menemuinya secara langsung, yang semacam ini sering dibagikan dalam bentuk foto pada media sosial. Dan hal-hal semacam ini yang mesti diperangi karena mengganggu hak pengguna jalan lain dan secara mendasar hal ini memicu kejengkelan bagi pengguna jalan lainnya karena pemasangan rambu pada titik tersebut tentu didahului oleh pemantauan terhadap kondisi trafik lalin dan poin lainnya. 

Ketika hukum 'belum cukup mampu untuk ditegakkan' disebabkan perlunya tindakan dari penegak hukum (yang ini mungkin butuh laporan) atas kesalahan seseorang yang mengganggu kenyamanan warga—atau sebaliknya: sanksinya dinilai terlalu lemah, maka banyak warga yang berpikir untuk main hakim sendiri. Seperti yang Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat temukan pada tautan berikut: http://www.erabaru.net/2017/11/15/orang-egois-ini-parkir-sembarangan-dan-kali-ini-dia-mendapat-ganjaran-yang-setimpal/, masyarakat bisa langsung memberi pelajaran kepada pengendara yang angkuh parkir sembarangan tersebut. Tak perlu kekerasan hingga debat yang membuang tenaga dan emosi. Namun Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya pun banyak juga melihat aksi 'memberi pelajaran' bagi mobil yang parkir ngawur ini diberlakukan di tempat lain, misalnya mengangkat mobil tersebut ke atap, membebatnya dengan kertas tisu gulung, mengempisi udara atau mengunci ban mobil, dan lain-lain yang cukup merepotkan pemiliknya.

Satu kasus lain disebarkan oleh pemilik rumah yang jengkel adalah semacam ini: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1228082430546062&set=o.227268729878&type=3. Menurut paparan pada tautan tersebut adalah seorang pengendara tidak melihat situasi saat parkir dan meninggalkan kendaraannya, yang lalu menutup garasi serta pintu keluar rumah orang lain. Dari penelusuran Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya pada komentar tautan tersebut, si ibu pengendara mencari rumah kosan anaknya. Sedangkan pemilik rumah menyesalkan tindakan si ibu parkir ngawur padahal di seberang jalan ada lahan kosong tak berpemilik dan dapat digunakan parkir meskipun sementara. Jadi berkendara pun menuntut kita peka terhadap kondisi sekitar dimana kita berada.

Satu pengendara seenaknya lain adalah seseorang yang mobilnya membuat kemacetan hingga dua kilometer: http://www.kabarindo.co/2017/01/mobil-mewah-ini-bikin-macet-2-kilometer.html. Mengingat standar ukur di Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya adalah waktu (penyewaan 12 jam atau perhari/18jam), terjadinya kemacetan seperti ini bisa merugikan penyewa diantar yang saat itu. Bila macetnya hingga dua kilometer, mungkin penyewa bisa kehilangan sejam-dua jam waktunya (bahkan bisa lebih) lalu berakibat kacaunya jadwal yang telah disusun. Tetapi selama ini, penyewa biasa menambah waktunya (atau disebut dengan overtime) dan membayar lebih. Meski begitu, jangan berpikir bahwa Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya berusaha mengambil keuntungan dari sana karena kami lebih mementingkan sopir menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan mengembalikan mobil ke garasi.

Kembali ke kemacetan karena ngawur tadi, terkadang polisi beserta dishub setempat bakal mengarahkannya ke jalan lain; bahkan bila jalan lain tersebut satu arah, yakni dengan cara contraflow dengan mengurangi sebagian lebarnya. Saat ini operasional pihak kepolisian pun tidak lagi 'bekerja manual' dan sendirian seperti beberapa dasawarsa lalu pada poin komunikasi, karena dalam kesehariannya juga telah didukung oleh Pusat Data CCTV dan media radio serta media sosial dimana banyak warganet mengirim status tentang keadaan dan kondisi lalin di sekitarnya. Namun supanya masih menjadi PR bagi pihak kepolisian untuk mengenalkan hukum serta konsekuensi yang akan diterima (poin bila tidak menerapkan standar, bukan hanya sanksi) secara benar-benar kepada masyarakat, disebabkan ternyata sekali-dua kali Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya masih menjumpai ada yang sharing anggota masyarakat yang membangkang aturan, bahkan baru-baru ini Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menjumpai seorang ibu yang menggigit polisi ketika hendak menilangnya. Hanya kemudian diketahui jika ibu tersebut mempunyai sebuah kios di sebuah plaza yang sedang kebakaran. 

Sebuah kepanikan memang bisa menjadikan kita tidak dapat berpikir jernih, tetapi bila terjadi sesuatu yang fatal kemudian disebabkan kelalaian kita apakah tidak malah akan merasa rugi? Tetapi jika ada hal begini lagi di suatu tempat di suatu waktu, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya hanya berharap semoga pengendara juga mengikuti aturan yang berlaku disebabkan dapat menimbulkan kerancuan untuk mereka yang tidak mengetahui akar masalahnya.
 
 
***
Keterangan gambar: Menggunakan sarana jalan pada tempatnya dan sesuai peruntukannya juga merupakan salah satu tindakan etika dari pengguna jalan. sumber: unsplash/Ryoji Iwata